Mengapa Kesuksesan Lebih Ditentukan oleh Kepribadian Dibanding Kecerdasan?

Post On: 24 September 2020
September 24, 2020

Penelitian oleh peraih Nobel menunjukkan bahwa bahwa hanya 2 persen kesuksesan dipengaruhi oleh IQ.

Sebagian besar dari kita yang tidak diberkahi dengan ukuran otak seperti otak Einstein atau tidak memiliki rasa percaya diri tingkat tinggi kadang-kadang bertanya dalam hati: “Apakah saya cukup cerdas untuk bisa meraih mimpi-mimpi saya?” Sebagian dari kita bahkan melewatkan kesempatan hanya karena merasa takut kalau kita tidak memiliki kecerdasan yang cukup kuat untuk sukses.

Perasaan seperti itu tidaklah tepat. Setidaknya itulah yang ditemukan dari sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peraih piala Nobel James Heckman beserta teman-temannya. Mereka menemukan bahwa IQ (intelligence quotient) tidak berperan banyak untuk menentukan kesuksesan seseorang.

Kepribadian Mengungguli Kecerdasan
Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para peneliti menyisir serangkaian data tentang skor IQ, hasil test terstandar, nilai, dan penilaian kepribadian terhadap ribuan orang di Britania, Amerika, dan Belanda, seperti dilaporkan Bloomberg View’s Faye Flam. Kemudian, para peneliti ini menghitung bagaimana kaitan masing-masing faktor tersebut dengan prediksi penghasilan seseorang di masa yang akan datang.

Lalu, berapa persen kesuksesan di masa depan dipengaruhi oleh IQ seseorang? (Ya, saya tahu sukses bukanlah cuma masa uang, tapi pada penelitian ini parameter tersebutlah yang dipakai para ilmuwan sebagai tolak ukur). Ternyata, hasil temuannya sangat kecil, yakni 1 atau 2 persen saja. Dengan kata lain, skor IQ hampir tidak ada pengaruhnya dengan keberhasilan seseorang.

Lalu, karakteristik seperti apa yang mempengaruhi kesuksesan?

Nilai di Sekolah/Kuliah memang bisa dipakai untuk memprediksi kesuksesan seseorang. Namun, peneliti menduga bukan nilai A pada pelajaran Fisika yang menunjukkan kapasitas otak Anda, melainkan karakteristik seperti Ketelitian dan Keterbukaan (bahwa Anda memang tertarik pada pelajaran Fisika sejak awal) yang lebih berperan untuk memprediksi masa depan Anda.

“Penelitian menemukan bahwa Nilai dan Tes Berbasis Pencapaian lebih baik dalam memprediksi kesuksesan seseorang di masa mendatang dibanding nilai IQ”. Mengapa? “Nilai menggambarkan bukan hanya kecerdasan namun juga keahlian kognitif, seperti keteguhan hati, kebiasaan belajar yang baik, serta kemampuan bekerja sama dengan orang lain“. Singkatnya, “kepribadian memang berpengaruh, pengaruhnya justru sangat besar”.

Ya, Anda Bisa Mengubah Kepribadian Anda
Ini adalah berita baik bagi mereka yang tertarik untuk memperbaiki diri. Pasalnya, IQ merupakan bahwaan lahir, sedangkan kepribadian dapat dibentuk. Penelitian lain yang dilakukan Heckman menunjukkan bahwa pengembangan kepribadian yang baik pada masa kanak-kanak sangat membantu menentukan kesuksesan mereka kelak. Sementara itu, para peneliti pada disiplin ilmu lain membuktikan bahwa kepribadian seperti ketabahan hati bisa diajarkan.

Ahli psikologi lainnya percaya bahwa kepribadian bukanlah nasib. Menurut mereka, jika kita memandang kepribadian sebagai suatu hal yang tak bisa berubah, maka kita akan merugi sendiri. Sesungguhnya, ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa karakter dan perilaku kita bisa berubah secara drastis karena kondisi atau minat baru.

Lalu, apa kesimpulannya? Berhentilah bertanya “Apakah otak saya cukup cerdas untuk sukses?” pada diri anda. Namun, mulailah bertanya kepada diri anda “Apakah saya memiliki karakter untuk sukses?“. Jika jawabannya adalah “Sepertinya Belum”, maka jangan patah semangat. Semuanya masih bisa diubah ke arah yang lebih baik.

Cheers…

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *